Dukung Kami
Health

HARI KESEHATAN DUNIA 2021 “MEMBANGUN SEBUAH DUNIA YANG LEBIH ADIL DAN LEBIH SEHAT”

Hallo Teman Muda, apakah kalian tahu kalau World Health Organization (WHO) salah satu badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus pada isu Kesehatan, dibentuk pada tanggal 7 April 1948?  WHO kemudian menggunakan hari ulang tahunnya juga sebagai Hari Kesehatan Dunia. Sehingga WHO sekaligus dapat memanfaatkan hari tersebut untuk menyoroti prioritas kesehatan dunia terkini. Di tahun 2021, WHO memilih tema, “Building A Fairer, Healthier World” atau dalam bahasa Indonesianya, “Membangun Sebuah Dunia yang Lebih Adil dan Lebih Sehat”. Nah Teman Muda tahu tidak kenapa tema tahun ini seperti itu? 

Ternyata karena tema tersebut punya tujuan yang sangat politis hlo Teman Muda. WHO melihat bagaimana manusia di berbagai tempat di dunia harus hidup dalam banyak ketidakadilan. Seperti masih cukup banyak yang terpaksa hidup dalam kemiskinan, berpendapatan sangat minim, rumah yang kurang bahkan tidak layak, pendidikan yang rendah, ketimpangan gender, berada di lingkungan yang tidak aman, sulit mendapatkan air bersih, makanan yang sangat terbatas, hingga sulitnya mengakses pelayanan kesehatan. Tantangan-tantangan hidup ini telah menyebabkan penderitaan yang semestinya tidak perlu dialami, penyakit yang seharusnya dapat dihindari dan kematian yang tidak perlu terjadi. Semua kondisi ini menurut WHO bukan saja tidak adil, tetapi sebenarnya dapat dicegah!   Oleh karena itu, melalui Hari Kesehatan Dunia 2021 ini, WHO ingin mengingatkan pentingnya peran para pemimpin negara-negara di dunia untuk memastikan setiap warga negaranya dapat memiliki kondisi kehidupan dan pekerjaan yang kondusif untuk bisa hidup sehat. Upaya politis ini memang penting sih bagi WHO agar para pemimpin negara-negara juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup setiap penduduk yang ada. 

Bagi Indonesia sendiri, eratnya kondisi sosial dan ekonomi dengan Kesehatan tertera di dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (UU No. 36/2009). Di sana jelas dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan “Kesehatan” adalah  keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.   Jadi konsep “Kesehatan” itu bukan sekedar fisik seseorang tidak memiliki penyakit ya Teman Muda. Namun juga bagaimana seseorang itu bisa sehat secara mental, spiritual maupun sosial. Karena hanya dengan konsep “Kesehatan” yang menyeluruh ini maka seseorang punya landasan yang kuat untuk bisa produktif secara sosial dan ekonomi. Sebaliknya, jika manusia tidak berada di lingkungan fisik, sosial dan ekonomi yang mendukung, maka hal tersebut juga akan mempengaruhi kesehatan tubuh, mental dan spiritualnya.  

Kalau melihat penjelasan dari WHO dan juga UU No. 36/2009, rasanya kita harus merefleksikan diri lagi deh Teman Muda. Bagaimana kita mampu memenuhi semua kondisi “Kesehatan” yang dimaksud. Agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mencegah kita dari penyakit-penyakit tertentu, rasanya tidak sulit dengan mencari informasi tersebut dari petugas kesehatan atau dari website-website yang dapat dipercaya di internet. Namun, seringkali kita sendiri yang abai untuk melakukan pencegahan tersebut sampai hal tersebut sudah terlambat. Benar kan Teman Muda? Misalnya, saat ngobrol dengan teman, saat sedang bersantai atau belajar, tanpa sadar kita mengkonsumsi banyak makanan dengan kadar garam, lemak jenuh atau gula yang tinggi. Di saat yang bersamaan, kita juga malas untuk bergerak apalagi berolah raga secara teratur. Tahu-tahu, dokter menyatakan kita sudah terkena tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kolestrol tinggi dan penyakit-penyakit tidak menular lainnya yang jika kita tetap tidak mau menjaga kesehatan kita, dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah bahkan kematian. Katanya penyakit-penyakit yang disebutkan di atas itu sebelumnya jarang terjadi pada orang muda. Namun kini, jumlah orang muda yang mendapatkan penyakit-penyakit gaya hidup it uterus meningkat dengan cepat. 

Sementara untuk penyakit-penyakit menular yang cukup serius seperti TBC, HIV, atau yang saat ini sedanag heboh yaitu COVID-19, tahukah Teman Muda, jumlah orang muda yang terkena juga terus meningkat? Lagi-lagi penyebabnya karena banyak dari kita yang seringkali abai.Yuk, kita pastikan kalau kita benar-benar menyayangi diri kita dan berusaha melakukan pencegahan dengan benar. 

Satu hal yang juga sering dianggap sepele oleh sebagian orang muda adalah kondisi-kondisi emosional yang kemudian disimpan sendiri di dalam hati.  Seperti misalnya dampak dari patah hati, dibully (mengalami perundungan) atau setress karena tugas sekolah yang menumpuk. Rasa sedih, marah, takut atau tertekan tersebut semestinya tidak boleh disimpan sendiri di dalam hati dan harus dikeluarkan. Carilah orang yang dapat dipercaya untuk berbagi dan membantu Teman Muda untuk mencari solusi terbaik. Orang tersebut bisa saja anggota keluarga, teman atau tenaga professional seperti konselor, psikolog atau psikiater (karena buat sebagian orang, bercerita pada orang yang tidak dikenal tapi kita tahu dia ahli, itu lebih nyaman karena kita merasa mereka bisa lebih objektif). Jika hal ini tidak dilakukan dan rasa serta emosi terpendam itu berkepanjangan, maka bisa menjadi penyakit. Pada beberapa kasus bahkan menjadi penyebab bunuh diri. Nah jika sampai ada Teman Muda yang mulai timbul keinginan bunuh diri…tolong sekali untuk menceritakan pada orang yang dapat dipercaya serta meminta bantuan mereka. Keinginan bunuh diri apalagi jika muncul berulang kali jangan dianggap sepele, ya Teman Muda. Apapun alasannya, bunuh diri itu tidak pernah bisa jadi solusi hlo.  OK, Teman Muda, demikian saja sekilas informasi tentang Hari Kesehatan Dunia dan mengapa kita harus peduli dengan “Kesehatan” kita. Nah, kalau ada dari Teman Muda yang butuh informasi terkait penyakit tertentu, jangan ragu ya untuk menghubungi kami di Aliansi Remaja Independen. Nanti kami akan berusaha semampunya untuk membantu. Sebaliknya kalau ada di antara Teman Muda yang latar belakang pendidikannya adalah kesehatan atau merasa ingin berkontribusi dalam memberikan edukasi “Kesehatan” bagi anak muda lainnya, yuk bergabung bersama kami di Aliansi Remaja Independen. Nanti kita bisa seru-seruan bersama juga (Namanya juga orang muda, ya masa sih kita serius-seriusan terus). Silahkan hubungi ARI melalui WhatsApp di +6281281425249 atau hubungi kami di info@ari.or.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound