KBG YPS Maret 2026

Lokakarya Inklusif Hari Down Syndrome — News After Event
Liputan Kegiatan

Lokakarya Inklusif
Hari Down Syndrome
2026

10–11 Maret 2026
Saraswati Learning Center, Jakarta

Merayakan Hari Down Syndrome Sedunia, kami menggelar lokakarya inklusif dua hari yang mempertemukan anak muda dan teman-teman disabilitas untuk bersama memahami Youth, Peace and Security (YPS) serta Kekerasan Berbasis Gender (KBG).

Dokumentasi Acara Aliansi Remaja Indonesia (ARI)
Penyelenggara Aliansi Remaja Independen Saraswati Learning Center AMAN Indonesia Youth, Peace & Security

Pada 10–11 Maret 2026, Aliansi Remaja Independen bersama AMAN Indonesia, Saraswati Learning Center, dan jaringan Youth, Peace and Security (YPS) menyelenggarakan Lokakarya Inklusif dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia. Kegiatan dua hari ini mengangkat tema pengenalan konsep Youth, Peace and Security (YPS) dan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) melalui pendekatan bermakna dan inklusif bersama teman-teman disabilitas.

Lokakarya ini hadir dari keyakinan bahwa setiap orang tanpa terkecuali berhak terlibat dalam percakapan tentang perdamaian dan keamanan. Teman-teman disabilitas, yang kerap berada di posisi rentan, justru memiliki perspektif penting yang perlu didengar dan diperkuat dalam agenda YPS dan pencegahan KBG.

Rangkaian Kegiatan

1
Pembukaan & Sambutan — Seremonial pembukaan acara oleh para penyelenggara dan mitra kegiatan.
2
Pos Bermain Kelompok — Peserta berkreasi bersama teman-teman disabilitas dari Saraswati Learning Center melalui aktivitas mewarnai, melukis, menggunting, dan menempel.
3
Membuat Hampers Lebaran — Sesi kolaboratif merangkai hampers sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi menjelang Idulfitri.
4
Materi 1: Pengantar YPS oleh Yogi Aris Budiman — Memperkenalkan konsep Youth, Peace and Security serta perluasan makna perdamaian dan keamanan manusia.
5
Materi 2: Pengantar KBG oleh Zelika Putri Wibowo — Membahas Kekerasan Berbasis Gender dalam konteks anak muda dan keterkaitannya dengan agenda YPS.
6
Sesi Diskusi & Tanya Jawab — Peserta mendapat ruang untuk berefleksi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber secara terbuka.
1
Pembukaan & Pengantar Diskusi — Membuka hari kedua dengan rekap singkat pembelajaran hari pertama dan pengantar untuk sesi diskusi mendalam.
2
Diskusi Kelompok — Peserta berbagi pengalaman dan perspektif seputar isu YPS dan KBG dalam kelompok kecil yang inklusif dan terbuka.
3
Identifikasi Harapan, Tantangan & Peluang — Bersama peserta dan pengajar, memetakan langkah konkret dalam upaya pencegahan KBG ke depan.
4
Penutup & Dokumentasi — Sesi penutupan resmi dan pengabadian momen kebersamaan seluruh peserta.

Materi & Narasumber

Hari pertama diisi dengan dua sesi materi dari narasumber terpilih. Yogi Aris Budiman membuka diskusi dengan memperkenalkan kerangka Youth, Peace and Security, menegaskan bahwa agenda perdamaian bukan hanya soal terorisme atau konflik bersenjata, melainkan juga mencakup isu-isu non-tradisional seperti kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang muda termasuk teman-teman disabilitas, memiliki hak dan peran untuk terlibat aktif dalam gerakan perdamaian.

Perdamaian bukan hanya absennya konflik — melainkan hadirnya ruang di mana setiap orang merasa aman, dihargai, dan didengar.

— Yogi Aris Budiman, Narasumber YPS

Sesi berikutnya dibawakan oleh Zelika Putri Wibowo, yang memperkenalkan konsep Kekerasan Berbasis Gender secara ramah dan inklusif. Materi ini menekankan bahwa KBG adalah masalah bersama yang dapat dialami siapa saja dan bahwa teman-teman disabilitas sebagai kelompok rentan berpotensi lebih tinggi menghadapi diskriminasi dan kekerasan. Peserta didorong untuk berani bersuara, menyampaikan pendapat dengan tegas, dan mulai dari diri sendiri untuk menolak segala bentuk perlakuan tidak baik.

Sorotan Kegiatan

Keterlibatan Aktif Peserta

Peserta terlibat dengan antusias dalam setiap sesi diskusi, terbuka dan responsif terhadap isu YPS dan KBG yang bagi banyak dari mereka merupakan topik yang baru.

Ekspresi Kreatif

Sebagai media pengukur pemahaman, peserta menuangkan refleksi mereka tentang perdamaian dan YPS melalui gambar dan tulisan sebuah pendekatan inklusif yang mengakomodasi beragam cara berkomunikasi.

Dialog dengan Pengajar

Ruang khusus dibuka bagi para pengajar Saraswati Learning Center untuk berbagi tantangan yang mereka hadapi, mengukur keterpaparan mereka terhadap isu KBG, serta memetakan peluang dan rekomendasi ke depan.

Inklusivitas Nyata

Desain lokakarya yang berpusat pada kebersamaan dari pos bermain hingga sesi materi, menciptakan suasana di mana semua peserta merasa dihargai dan didengar.

Lokakarya ini menjadi bukti bahwa isu YPS dan KBG adalah agenda milik semua orang, termasuk teman-teman disabilitas yang selama ini kerap terpinggirkan dari ruang-ruang diskusi tersebut. Keterbukaan dan keaktifan peserta sepanjang dua hari menjadi energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan ruang-ruang inklusif dan bermakna. Ke depan, kami berharap dapat memperluas jangkauan program serupa dan memastikan anak muda dengan disabilitas memiliki tempat yang setara dalam agenda perdamaian nasional.

Bersama Menciptakan Ruang yang Aman dan Inklusif

Terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber, teman-teman disabilitas dan pengajar Saraswati Learning Center, serta semua pihak yang telah menjadikan kegiatan ini mungkin terwujud. Setiap langkah kecil menuju inklusivitas adalah langkah nyata menuju perdamaian.

#HariDownSyndrome #YPS #KBG #LokakaryaInklusif #OrangMudaBerdamai #InklusifBerdampak

© 2026 Aliansi Remaja Independen · Saraswati Learning Center · AMAN Indonesia

10–11 Maret 2026 · Jakarta