free session
Health

TANGGAL 24 MARET ITU, HARI TBC INTERNASIONAL LHO…!

Hallo Teman Muda! Pada tahu ngga, kalau setiap tanggal 24 Maret itu diperingati sebagai Hari TBC Internasional? Tema tahun 2021 ini adalah “The Clock is Ticking” atau “Jamnya Terus Berdetak”.  Kenapa tema tahun ini bunyinya seperti itu? Penyebabnya adalah karena hingga saat ini TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia. Setiap hari hampir 4.000 orang meninggal karena TBC dan nyaris 28.000 lainnya jatuh sakit akibat penyakit yang yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati ini. Sejauh ini usaha  negara-negara di dunia untuk memerangi TBC sejak tahun 2000 telah berhasil menyelamatkan 63 juta jiwa. Tema hari TBC Internasional tahun ini ingin menekankan semakin dekatnya tahun 2030 yang telah ditargetkan bersama oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bansa  sebagai tahun yang menandai keberhasilan menghentikan pandemic TBC dari muka bumi ini. Sayangnya kondisi saat ini menunjukkan cita-cita ambisius untuk tahun 2030 tersebut belum disertai dengan komitmen dan kerja keras yang diperlukan agar harapan bersama tersebut dapat tercapai. Apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 yang membuat permasalahan TB menjadi semakin rumit untuk diatasi.

Indonesia sendiri saat ini masih menjadi negara yang menduduki posisi nomor 3 di dunia dengan kasus TBC terbanyak setelah India dan Cina.  WHO memperkirakan ada sekitar 1.000.000 orang dengan TBC di Indonesia di mana 110.000 di antaranya berakhir dengan kematian. Satu hal yang mengkhawatirkan adalah pemerintah memperkirakan sepertiga dari kasus TBC yang ada di Indonesia, belum terdiagnosa, atau sudah terdiagnosa namun yang bersangkutan tidak melakukan pengobatan yang semestinya. Artinya bukan saja mereka dapat membahayakan kesehatan mereka lebih jauh lagi, namun juga dapat terus menularkan TBC ke orang lain.

Nah berarti Teman Muda juga harus paham bagaimana caranya agar bisa terhindar dari TBC. Karena bisa saja orang yang berada di dekat kita di kendaraan umum atau di manapun, adalah orang dengan TBC yang dia sendiripun belum paham kalau dia sudah terinfeksi penyakit tersebut. Tapi sebelum sampai ke sana, TBC itu apa sih?

TBC itu adalah singkatan dari Tuberculosis, sebuah penyakit sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis.  Penularan umumnya terjadi saat orang dengan TB mengelurkan dahak atau air liur yang berisi bakteri tersebut ke udara misalnya saat batuk, berbicara, bersin atau meludah sembarangan.  Kuman yang keluar bersama percikan air liur orang dengan TBC dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam, bahkan berminggu-minggu. Akibatnya, setiap orang yang berdekatan dan memiliki kontak dekat dengan orang dengan TBC berpotensi menghirup udara yang terkontaminasi bakteri TBC dan dapat tertular juga.

Pencegahan umumnya sih gampang kok, pastikan Teman Muda memiliki daya tahan tubuh yang kuat ! Artinya setiap hari Teman Muda harus makan makanan bergizi dan beristirahat dengan cukup. Jangan lupa berolah raga agar badan tetap bugar. Ini memang informasi yang dasar tapi amuh banget sih. Karena dengan daya tahan tubuh yang baik, tubuh kita juga menjadi lebih mampu membentengi diri dari beragam penyakit. Ayo Teman Muda, kita pastikan kita selalu mampu praktikkan gaya hidup sehat ini ya! 

Program untuk penanggulangan TBC di Indonesia itu disebut dengan TOSS atau Temukan Tuberculosis dan Obati Sampai Sembuh. Artinya, saat kita atau orang lain mengalami gejala TBC, harus segera melakukan tes agar yakin, benar tidak, gejala tersebut memang karena TBC. Jika benar, orang dengan TBC wajib minum obat sampai sembuh.

Nah, gejala paling umum orang dengan TBC itu adalah mereka mengalami (a.) Batuk lebih dari 2 minggu; (b.) Sesak pada pernapasan, dan  (c.) Berkeringat di malam hari tanpa alasan yang jelas. Jika mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, segeralah ke Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk diperiksa apakah benar memang terinfeksi TBC. Jika benar TBC, maka harus minum obat sampai dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan.

Proses minum obat teratur sampai sembuh ini bisa memakan waktu antara 6-9 bulan dan hal ini wajib dipatuhi walaupun orang dengan TBC sudah tidak merasakan gejala apapun. Kenapa? Karena kalau orang dengan TBC berhenti minum obat sebelum waktunya atau minum obatnya tidak teratur, maka bakteri penyebab TBC yang masih ada di dalam tubuh dapat menjadi kebal terhadap pengobatan yang diberikan.  Kalau sampai hal ini terjadi, maka yang bersangkutn harus menjalani pengobatan yang lebih intensif  dengan peluang kesembuhan yang juga menjadi semakin kecil. Hal ini terjadi karena yang bersangkutan dianggap sudah mengalami apa yang disebut dengan TBC Multi Drug Resistent (TBC MDR) dan yang lebih parah lagi TBC Extensively Multi Drug Resistent (TBC XDR) atau sudah kebal terhadap pengobatan TBC biasa.  Satu hal yang mengkhawatirkan adalah jika seseorang sudah mengalami TBC MDR  atau TBC XDR, maka jika tidak dirawat dengan benar, orang tersebut dapat menularkan TBC MDR atau XDRnya kepada orang lain dengan cara yang sama dengan penularan TBC pada umumnya.

So, jangan sepelekan TBC ya Teman Muda. Pastikan kita tidak sampai tertular, dan jika mengalami gejala TBC, jangan tunda lagi untuk segera memeriksakan diri. Mencegah jelas jauh lebih OK dibandingkan mengobati.

Buat Teman Muda yang sedang dalam pengobatan TBC, semoga segera pulih ya. Semangat dalam mematuhi minum obat dan anjuran dokter lainnya. Sedangkan buat Teman Muda yang pernah terkena TBC dan saat ini sudah sembuh, pastikan jangan sampai tertular lagi ya.

Mau ngobrol-ngobrol seru seputar Kesehatan Orang Muda atau ikutan kita dalam memastikan orang mampu menjaga kesehatannya, mampu bersikap toleran dan mampu mengakses dunia kerja yang sesuai dengan keinginan dan kapasitasnya ? Yuk gabung di Aliansi Remaja Independen dengan cara menghubungi ARI melalui WhatsApp di +6281281425249 atau hubungi kami di info@ari.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound